"Kalau sampai tgl 8 belum akurat ya kita tunda dulu dong, jangan sampai pertandingan dimulai sebelum DPT akurat. Dilakukan setelah semua lengkap," ujar Wiranto usai debat capres di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Mantan Panglima ABRI ini pun meminta agar rakyat dibebaskan memilih, tidak digiring pada satu atau dua putaran. Wiranto juga meminta agar Bawaslu segera menarik iklan pasangan SBY-Boediono yang mengarahkan pilpres satu putaran.
"Bawaslu harus menarik iklan itu dari peredaran. Di Negeri ini tidak boleh pembelajaran seperti itu diteruskan. Masyarakat harus diajari demokrasi sebaik-baiknya," pungkasnya.
(rdf/mpr)











































