"Maaf kepada Bapak SBY, iklan satu putaran untuk menghemat itu sama halnya memandang demokrasi dipandang sama dengan uang," sindir JK kepada SBY dalam debat capres final di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
JK menceritakan, dari awal telah mengkritik anggaran pemilu yang dianggap terlalu mahal. "Anggaran Rp 48 triliun itu terlalu mahal," imbuhnya.
JK kembali menyindir, jika iklan penghematan uang negara dengan pilpres cukup dengan satu putaran saja, mendingan tidak ada saja Pilpres 2014.
"Maaf, saya khawatir, kalau hal (iklan) itu kita percayai, pada 2014 lanjutkan terus tanpa pilpres demi menghemat Rp 25 triliun," kata JK disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Mendengar kritikan tersebut, SBY tampak tertawa. Tapi wajahnya tampak sedikit memerah. (anw/irw)










































