"Saya sangat menyayangkan pernyataan Andi yang sangat berbau SARA. Pernyataan itu sangat tidak pantas disampaikan oleh orang ring satu presiden. Karena itu Presiden SBY harus memecat dia karena melukai komitmen NKRI," kata Anggota Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto Leo Nababan kepada wartawan, Kamis (2/7/2009).
Menurut Ketua DPP AMPI Golkar ini, kepemimpinan nasional di Indonesia adalah milik semua warga dari suku mana pun. Karena itu, pernyataan Andi dinilai mencederai konstitusi yang menjunjung tinggi semangat NKRI dan penghargaan terhadap suku, agama dan golongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leo meminta presiden SBY tidak tinggal diam menghadapi isu SARA yang keterlaluan ini. Ketegasan SBY sangat dibutuhkan sebaga pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi semangat NKRI yang menghargai pluralitas suku agama, ras dan golongan.
"Kita minta ketegasan Pak SBY sebagai presiden. Apalagi posisi Andi tidak hanya tim sukses tetapi juga juru bicara presiden," pungkas alumni Lemhannas angkatan 39.
(yid/asy)











































