Andi Mallarangeng: Jangan Kaitkan SARA dengan Pilihan Politik

Andi Mallarangeng: Jangan Kaitkan SARA dengan Pilihan Politik

- detikNews
Kamis, 02 Jul 2009 17:13 WIB
Andi Mallarangeng: Jangan Kaitkan SARA dengan Pilihan Politik
Jakarta - Pernyataan Ketua DPP PD Andi Mallangeng mengenai suku Bugis dan kesempatan menjadi Presiden RI merupakan penegasan bahwa pilihan politik tidak perlu dikaitkan isu SARA. Semua orang punya kebebasan memilih capres siapa saja tanpa terikat faktor SARA.

"Justru saya ingin menjelaskan bahwa pilihan politik tidak perlu dikaitkan
dengan isu SARA. Orang Bugis/Sulsel bisa memilih siapa pun yang dianggapnya
terbaik," tegas Andi melalui telepon, Kamis (2/7/2009).

Di dalam kaitan Pilpres 2009, maka menurut dia, kontestan terbaik adalah SBY-Boediono. Pilihannya tesebut didasarkan pada pertimbangan rasional atas kebutuhan bangsa lima tahun mendatang. Bukan sekadar menuruti sentimen kesamaan suku dengan salah satu capres lainnya.

Andi Mallarangeng menegaskan bahwa suku Bugis pun juga mempunyai peluang yang sama dengan warga Nusantara yang lain untuk menjadi pucuk pimpinan RI. Sebab memang sejarah membuktikan banyak putra Bugis/Sulsel yang sukses mengemban tugas-tugas kenegaraan.

"Mengapa saya memilih SBY-Boediono: karena 'maradeka to Ugi'e, adekmi ripopuang'. Orang Bugis merdeka, hanya adat yang dipertuan. Hanya hukum yang dipertuan, hanya prinsip, nilai dan objektivitas yang dipertuan. Bukan kekuasaan, bukan orang perorang," urainya.

Lebih lanjut Andi menyatakan pernyataannya dalam sesi kampanye cawapres Boediono itu adalah merupakan tanggapan atas beredarnya SMS yang bersifat primordial. Di dalam SMS itu disebutkan bahwa orang Bugis/Sulsel harus memilih capres asal Bugis/Sulsel pula.

"Bagi saya, orang Bugis/Sulsel harus memilih yang terbaik. Apa pun pilihan politik kita, kita tetap bersaudara. Mudah-mudahan ucapan saya benar-benar didengar secara utuh," tandas dia.
(lh/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini