"Justru saya ingin menjelaskan bahwa pilihan politik tidak perlu dikaitkan
dengan isu SARA. Orang Bugis/Sulsel bisa memilih siapa pun yang dianggapnya
terbaik," tegas Andi melalui telepon, Kamis (2/7/2009).
Di dalam kaitan Pilpres 2009, maka menurut dia, kontestan terbaik adalah SBY-Boediono. Pilihannya tesebut didasarkan pada pertimbangan rasional atas kebutuhan bangsa lima tahun mendatang. Bukan sekadar menuruti sentimen kesamaan suku dengan salah satu capres lainnya.
Andi Mallarangeng menegaskan bahwa suku Bugis pun juga mempunyai peluang yang sama dengan warga Nusantara yang lain untuk menjadi pucuk pimpinan RI. Sebab memang sejarah membuktikan banyak putra Bugis/Sulsel yang sukses mengemban tugas-tugas kenegaraan.
"Mengapa saya memilih SBY-Boediono: karena 'maradeka to Ugi'e, adekmi ripopuang'. Orang Bugis merdeka, hanya adat yang dipertuan. Hanya hukum yang dipertuan, hanya prinsip, nilai dan objektivitas yang dipertuan. Bukan kekuasaan, bukan orang perorang," urainya.
Lebih lanjut Andi menyatakan pernyataannya dalam sesi kampanye cawapres Boediono itu adalah merupakan tanggapan atas beredarnya SMS yang bersifat primordial. Di dalam SMS itu disebutkan bahwa orang Bugis/Sulsel harus memilih capres asal Bugis/Sulsel pula.
"Bagi saya, orang Bugis/Sulsel harus memilih yang terbaik. Apa pun pilihan politik kita, kita tetap bersaudara. Mudah-mudahan ucapan saya benar-benar didengar secara utuh," tandas dia.
(lh/nrl)










































