"Karenanya Pansus akan meminta ahli IT Microsoft apakah perubahan sistem ini akan merubah data atau tidak? Apakah ini dilakukan oleh kehendak seseorang atau tidak," kata Ketua Panitia Hak Angket DPT Gayus Lumbuun kepada wartawan di Kantor Badan Pemenangan Presiden Megawati, Jl Cik Di Tiro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2099).
Gayus menjelaskan, perbedaan software yang digunakan bisa menjadi alasan banyaknya pemilih ganda dan pemilih fiktif. "Data kependudukan dari Pemerintah menggunakan program Microsoft Exel. Tapi, pengolahan DPT itu menggunakan Microsoft Acces," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bertemu dengan Panwas dan KPUD dan sudah kami tanyakan memang ada perbedaan tentang DPT," jelasnya.
(ape/irw)











































