Hal tersebut diungkapkan Forum Rektor Sulsel dan sejumlah budayawan saat menggelar jumpa pers di Rumah Makan Paotere, Makassar, Kamis (2/7/2009).
"Ucapan Andi itu menyinggung isu SARA dan bisa mengganggu rasa kebersamaan dan persatuan warga Sulsel jelang pelaksanaan Pilpres," kata ketua Forum Rektor Sulsel yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi.
Β
Idrus juga mengatakan, pernyataan Andi telah melanggar UUD 1945 yang menyatakan setiap suku bangsa di negeri ini mempunyai posisi sama untuk menjadi presiden. Karena itu, Forum Rektor Sulsel dan budayawan Sulsel meminta Andi mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada masyarakat Sulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alumni S3 seperti Andi kok ngomongnya seperti itu, kami hanya mau dia berpikir lebih luas agar pilpres ini damai dan tidak seperti yang terjadi di Iran," tegas Idrus.
Idrus membantah pernyataan sikap ini terkait dukungan terhadap salah satu kandidat capres-cawapres. Idrus menegaskan, Forum Rektor dan budayawan Sulsel hanya ingin Pemilu 2009 berlangsung damai.Β
Sekadar diketahui, saat berkampanye di GOR Matoangin, Makassar, Rabu (1/7/2009) Andi menyatakan orang Bugis bisa saja menjadi presiden, tapi bukan saat ini. Menurut Andi kemampuan untuk menjadi Presiden banyak dimiliki oleh masyarakat Sulsel.
"Banyak warga Sulsel yang bisa memimpin di negara ini di waktu lain," ujar Andi. (mna/djo)











































