100 Guru Honorer Se-Indonesia Temui Mega Ajukan Kontrak Politik

100 Guru Honorer Se-Indonesia Temui Mega Ajukan Kontrak Politik

- detikNews
Kamis, 02 Jul 2009 00:22 WIB
100 Guru Honorer Se-Indonesia Temui Mega Ajukan Kontrak Politik
Jakarta - Sekitar 100 orang guru dan pegawai honorer menyambangi kediaman capres Megawati Soekarnoputri. Mereka meminta Mega menjamin pengangkatan mereka menjadi PNS jika kelak terpilih menjadi presiden.

"Kami kesini untuk meminta kontrak politik Ibu Mega, kami minta dalam program 100 harinya mengagendakan seluruh kawan-kawan dijadikan PNS," ujar perwakilan Persatuan Guru dan Pegawai Honorer Se-Indonesia, Joko Surono, kepada wartawan di Kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2009) malam.

Dikatakan dia, seluruh guru dan pegawai honorer yang berasal dari berbagai provinsi seperti Lampung, Jatim, Jabar, Jateng, dan sebagainya tersebut akan mendukung dan memilih Megawati jika dia dapat memberi jaminan pengangkatan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami siap menangkan Bu Mega bila beliau bisa memberi jaminan kepada kami. Kami akan meminta istri, anak dan tetangga kami untuk memilih Bu Mega menjadi presiden," jelas Joko yang sudah 15 tahun jadi guru di Surabaya.

Joko sangat berharap supaya menjadikan mereka PNS menjadi skala prioritas Megawati jika menjadi presiden nanti. Namun, jika Mega tidak bisa menjamin apa yang mereka minta, Joko meminta Mega untuk mundur menjadi calon presiden.

"Tapi kalo memang tidak bisa sebaiknya jangan jadi presidenlah, mundur saja," tegasnya.

Ratusan guru dan pegawai honorer tersebut mendatangi Mega karena menurut mereka sampai sekarang program SBY masih belum jelas dan PP (Peraturan Presiden) pengangkatan CPNS tenaga honorer yang dibuatnya masih tarik ulur.

"Saat SBY statement di Jatim mengatakan dia sudah mensejahterakan guru-guru honorer, kan sampai sekarang tidak ada realisasinya. Masih ada yang belum, kawan dari kesehatan standar gajinya masih di bawah," ucap pria yang saat ini mengajar di SD Muhammadiyah, SMP Negeri 11, dan SMA Tritunggal Surabaya ini.

Mereka diterima oleh Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, anggota Komisi IX DPR Heri Ahmadi, dan anggota Komisi II DPR Gandjar Pranowo.

"PP itu kewenangan presiden, kalau teman-teman minta kami untuk menekan pengesahanannya, tidak usah diminta sudah kami lakukan dari dulu. Komisi II, VIII, dan X akan terus berjuang," kata Gandjar kepada mereka.

Beberapa saat setelah para guru itu berdialog dengan Gandjar, Megawati pun menampakkan diri. Dan ratusan guru pun berbaris untuk satu per satu bersalaman dengannya sebelum akhirnya kembali ke bus dan pulang ke daerah masing-masing. Megawati pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa memberi komentar sedikitpun.
(nvc/sho)


Berita Terkait