"Saya akan meminta Pak Putu dan Bu Endang (anggota KPU-red) supaya besok bagaimana mengkomunikasikan supaya jangan ada poling SMS," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.
Hal ini disampaikan Hafiz di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, dan Mendagri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SMS tidak bisa dipercaya juga. SMS kan bisa satu orang kirim banyak juga, kalau begitu kan manipulasi juga," tutur Hafiz.
Hafiz memandang polling SMS debat capres mengganggu pihak capres. Terlebih dilaporkan anggota DPR bahwa poling sudah terisi sebelum perdebatan dimulai.
"Memang mengganggu benar itu, apalagi kalau sampai debat belum dimulai sudah kelihatan hasilnya. Dalam pelaksanaan pemilu kita tidak boleh memihak," tegasnya.
(van/sho)











































