Permintaan itu dilontarkan sekitar 70 orang yang tergabung dalam Kampung Jawir (Koalisi Masyarakat Pendukung Jusuf Kalla(JK)-Wiranto) yang berdemo di depan kantor Bravo Media Center (BMC), Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Pendemo tiba di BMC sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (1/7/2009).
Mereka membawa berbagai poster yang bertuliskan 'Stop Adu Domba' lengkap dengan karikatur Rizal dan juga poster bertuliskan 'Dont Talk Too Much'.
Mereka juga mengecam Rizal yang menjadi tim sukses SBY-Boediono atas komentarnya di media yang menyudutkan JK-Wiranto. Rizal juga dituntut minta maaf kepada JK-Wiranto 2x24 jam.
"Kepada Bapak Soesilo agar segera memecat saudara Rizal Mallarangeng karena dianggap memperkeruh suasana Pilrpes," teriak salah satu demostran.
Demonstran yang rata-rata pria dan wanita muda berusia 21 tahun ituย menutup mulutnya dengan masker. Dalam rilis mereka juga mengantisipasi mewabahnya flu Celi, sapaan akrab Rizal, yang bisa membuat keruh suasana Pilpres.
Aksi yang diamankan puluhan polisi dan pengamanan Partai Demokrat (PD) ini berjalan lancar, dan berlangsung sekitar 30 menit.
Sementara itu dari kubu Rizal yang diwaliki staf BMC, Syahdan, memberikan selebaran yang berisi jawaban terhadap somasi JK-Wiranto atas Rizal.
Jawaban tertulis dua halaman itu berisi kronologis tentang adanya selebaran yang menuduh Herawati Boediono beragama Katolik.
Dalam jawaban itu Rizal meminta tanggapan JK-Wiranto terkait dengan beredarnya selebaran di kampanye dua pasangan dari Golkar-Hanura itu di Medan.
(nik/nwk)











































