"Mungkin karena formatnya seperti itu dan mungkin karena kultur kita yang terlalu ketimuran," ujar pengamat politik, Lili Romli saat berbindang dengan detikcom, Selasa (30/6/2009).
Lili menilai, Debat Cawapres kali ini tidak menarik. Disamping karena tema yang disuguhkan, juga karena para cawapres yang tidak argumentatif.
"Apalagi diawalnya saling memuji, saya nggak tahu kok formatnya begitu, dan memang Indonesia agak sungkan. Tapi kemudian saling memuji. Kalau saling memuji, salah satu mundur saja," tegas Romli.
Lebih lanjut Romli mengatakan, penurunan kualitas debat cawapres ini di luar harapannya. Yang terjadi, para cawapres hanya saling memuji, tidak ada perdebatan yang berarti.
"Tapi ternyata semuanya sama. Tapi kalau dilihat dari segi pemahaman, masing-masing cawapres memahami persoalan yang dihadapi," lanjutnya.
Selain itu, debat cawapres kali ini yang menghadirkan Dr Fachmi Idris sebagai moderator, terlihat kaku. Fahmi, kata Romli, terlalu fokus pada masalah kesehatan dalam tema meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
"Ya mungkin formatnya seperti itu. Cuma sayangnya Pak Fahmi dari kesehatan, akhirnya lebih fokus ke faktor kesehatan, padahal kualitas kehidupan itu bukan hanya permasalahan kesehatan saja. Dan harusnya diperinci," pungkasnya.
(mei/lrn)











































