Data & Fakta Utang Luar Negeri Tak Utuh Dipaparkan

Debat Cawapres

Data & Fakta Utang Luar Negeri Tak Utuh Dipaparkan

- detikNews
Rabu, 01 Jul 2009 05:41 WIB
Data & Fakta Utang Luar Negeri Tak Utuh Dipaparkan
Jakarta - Utang luar negeri merupakan salah satu isu panas dalam kampanye Pilpres 2009. Sayang komentar lebih banyak datang dari ekonom yang politisi sehingga banyak data dan fakta yang mereka paparkan tidak utuh agar bisa sesuai kepentingan politik masing-masing.

Demikian tanggapan Ketua Bidang Ekonomi DPP PD Darwin Saleh mengenai polemik utang luar negeri. Hal ini disampaikannya melalui telepon, Rabu (1/7/2009).

"Dikatakan dalam lima tahun ini utang naik Rp 400 triliun, tapi tidak disebutkan pada waktu sama PDB naik Rp 2900 triliun," gugat dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan nilai utang luar negeri juga berasal dari asumsi dasar kurs yang berbeda. Pada 2004 asumsi nilai per US$ 1 yang digunakan dalam APBN adalah Rp 9300, sedangkan kini adalah Rp 11.600.

Tidak disebutkan pula Rp 400 triliun tersebut nilai total utang karena utang Surat Berharga Negara (BHN) naik Rp 306 triliun. Sementara utang luar negeri 2009 turun US$ 5 miliar yang sekaligus menunjukkan membesarnya peran pembiayaan dari sumber dalam negeri.

Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB yang 32 persen sekarang ini juga lebih rendah dari rata-rata negara berkembang yang 38 persen. Brasil dan India yang kerap dijadikan patokan oleh dunia bahkan mencapai 65 persen dan 83 persen.

"Tidak diulas rasio utang LN terhadap PDB kita yang terus turun dari 57 persen pada 2004 sekarang tinggal 32 persen. Sebagai ekonom yang senior semestinya paham itu," pungkas Darwin.

(lh/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads