Boediono dan Prabowo Meruncing

Debat Cawapres

Boediono dan Prabowo Meruncing

- detikNews
Rabu, 01 Jul 2009 05:10 WIB
Boediono dan Prabowo Meruncing
Jakarta - Meski secara keseluruhan Debat Cawapres semalam tidak semenarik debat sebelumnya, namun setidaknya ada bagian-bagian yang justru meruncing, dan memperlihatkan debat sesungguhnya. Hal itu terlihat dari perdebatan vulgar antara Boediono dan Prabowo Subianto.

Putaran terakhir Debat Cawapres di Hotel Bidakara, Jaksel, 30 Juni semalam, seolah milik Prabowo dan Boediono. Sebab, mereka berdua lah yang lebih mencuri perhatian dengan sikap yang saling serang. Selebihnya, kedua capres tersebut jarang atau bahkan hampir tidak pernah mendebat Wiranto, dan begitu pula sebaliknya.

"Saya merasa jawaban Pak Boediono terlalu normatif. Tidak ada salahnya, tapi jawabannya akademis," ujar Prabowo mengomentari konsepsi Boediono yang adalah mantan dosen soal pendidikan kejuruan dan umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono pun balas mengkritik Prabowo soal program pembangunan ekonomi yang disampaikannya. Menurut cawapres SBY ini, Prabowo hanya menawarkan impian.

"Prabowo tawarkan impian bahwa uang ratusan triliun datang dalam waktu 1-2 tahun," ujar Boediono.

Tak tinggal diam, Prabowo pun lantas menyerang balik pernyataan Boediono soal 'impian' itu dalam closing statement-nya. Menurut Prabowo, program kebijakan yang disampaikannya adalah sesuatu yang terukur dan bukan suatu angan-angan.

"Pak Boediono yang mengatakan saya menebar satu impian. Saya mengatakan yang kami katakan adalah suatu strategi baru, suatu haluan baru," balasnya.

"Yang kami sampaikan adalah suatu koreksi terhadap suatu keadaan yang tidak bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat indonesia," imbuhnya.

Prabowo mengungkapkan, dirinya juga sudah konsultasi ke beberapa ahli soal realisasi visi misi dan program yang ingin dilakukan. Menurutnya, realisasi program ekonomi yang diusungnya sangat lah mungkin jika dilakukan dengan serius.

Meski demikian, dalam debat dengan tema 'Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia' itu, baik Boediono maupun Prabowo juga pernah terlihat kompak. Terutama saat menolak pembatasan laju pertumbuhan penduduk lewat suatu perundang-undangan.

(lrn/mei)


Berita Terkait