"Apa yang saya tawarkan di bidang kesehatan? Kita ingin tingkatkan anggaran untuk bidang kesehatan secara signifikan dalam 5 tahun ke depan, sesuai kemampuan," ujar Boediono saat memaparkan visinya di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Hal yang akan lebih diperhatikan oleh SBY-Boediono terkait dengan masalah kesehatan ini adalah masalah Keluarga Berencana (KB). Selama ini, program KB dianggap kurang begitu maksimal. "KB akan kita revitalisasi, yang akhir-akhir ini agak kendor," kata Boediono.
Boediono bercerita saat melakukan kunjungan di daerah perkampungan nelayan di Belawan, Medan. Dia terenyuh melihat kehidupan para nelayan yang sangat miskin dengan 6 orang anak, dan hidup dalam lingkungan yang kumuh. Menurutnya, ini adalah potret nyata kualitas hidup rakyat Indonesia.
"Apa yang harus dilakukan? Income dinaikkan, jumlah anak tidak 6 orang, barangkali 2 saja cukup. Biaya harus terjangkau. Permukiman harus diperbaiki," janji dosen FE UGM Ini.
Dia menambahkan, untuk melayani kaum miskin, pemerintah akan semakin meningkatkan lagi program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Anggaran untuk menopang program ini juga akan ditingkatkan, tentunya sesuai dengan kemampuan keuangan negara.
Khusus di bidang pendidikan, ada tiga hal yang menjadi catatan Boediono. Biaya pendidikan harus turun, akses pendidikan meningkat, serta kualitas pendidikan meningkat pula.
"20 persen anggaran pendidikan digunaklan lebih baik. Pendidikan gratis 9 tahun dn akan ditingkatkan 12 tahun. Pesantren kita perhatikan, BOS (biaya operasional sekolah) akan kita lanjutkan," pungkasnya. (anw/lrn)











































