"Dengan memilih Pak Boediono, kita tidak ingin ada benturan antara presiden dengan wakil presiden, koalisi pemerintahan yang lebih solid," ujar anggota tim sukses SBY-Boediono, Bara Hasibuan.
Hal ini disampaikan Bara dalam dialog publik bertajuk 'Benarkah Mereka Membawa Perubahan?', di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Sebaliknya, Bara mengkritik JK, tidak mengakui keberhasilan kerjasama SBY-JK dan malah menyerang SBY dengan saling klaim.
"Pembangunan kita selama lima tahun ini bukan keberhasilan Pak SBY semata namun juga Pak JK, namun kenapa malah menyerang dan klaim sendiri," keluh Bara.
Kembali menyanjung Boediono, Bara mengaku takjub Boediono tidak meminta kompensasi apapun dengan menjadi cawapres SBY.
"Tidak ada deal khusus, Pak Boediono tidak meminta jatah kursi kabinet dan lain-lain, presidensiil harus ditegakkan," pamernya.
Sebaliknya, JK dinilainya tidak bisa membagi tugas dan kepentingannya, antara sebagai wapres dan sebagai capres. "Pak Jusuf Kalla tidak bisa melepaskan diri dari dua kenyataan politik, sebagai incumbent dan sebagai capres terpisah," tegasnya.
(van/nwk)











































