"Kalau SBY jadi Presiden, sudah jelas yang jadi menteri. Menteri-menterinya Muhaimin Iskandar, Zulkifly Hasan, Andi malarangeng, Rizal Malarangeng, Coel Malarangeng, tiga malarangeng menjadi menteri," ujar anggota tim sukses JK-Wiranto, Indra Piliang, sembari tertawa,"
Hal ini disampaikan Indra dalam dialog publik bertajuk "Benarkah Mereka Membawa Perubahan" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ini selalu ditekan oleh pemerintah dan tim sukses SBY, teman saya Poempida sekarang tidak bisa menyraktir saya makan karena ditekan pajak," beber Indra.
"Kalau ada tim kami yang salah pasti sudah dipenjarakan, orang besannya saja ditindak," keluh Indra.
Indra kemudian mengungkapkan alasan kedekatan timnya dengan tim Mega-Prabowo. Kesamaan visi misi menjadikan tim JK-Wiranto lebih dekat dengan tim Mega-Prabowo.
"Sebenarnya kami berada di tengah-tengah ya, namun kami melihat konsep baru dalam Mega-Prabowo sementara tidak ada konsep baru dalam SBY-Boediono," tutur Indra.
Indra menyebutkan beberapa program yang menurutnya baru dan tidak didapatkan dari program pasangan SBY-Boediono. "Kredit beasiswa untuk sarjana, ujian nasional itu harus direvisi, anggaran yang 20 persen harus dikelola sebaik-baiknya, bank pendidikan," bebernya.
"Untuk menyambut perubahan kita harus sepenuhnya berjuang, bagaimanapun juga beratnya," tegasnya. (van/ndr)










































