Konsultan politik yang dibayar SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, menjelaskan duduk perkara kasus itu.
"Itu kan dalam wacana dibilang Adi Zein Ginting diberi dana oleh Supri untuk memfoto kopi black campaign yang memfitnah dan menyudutkan Ibu Boediono," kata Rizal dalam jumpa pers di Bravo Media Center, Jalan Teuku Umar nomor 51, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2009).
Dikatakan dia, Supri adalah caleg Partai Hanura, yang mewakili Kabupaten Deli Serdang.
"Memang Supri ini pernah menjadi tim kampanye Makmur Munar (sebelumnya ditulis Sunar) Dalimunthe. Marganya kebetulan sama, ada Dalimunthe. Di Partai Demokrat kebetulan ada Dalimunthe juga yakni Abdul Wahab Dalimunthe," ujar Rizal.
"Tiba-tiba Yuddy Chrisnandy jumpa pers bahwa Wahab Dalimunthelah pelaku di belakang ini. Pak Wahab ini difitnah, jadi korban. Padahal itu Munar Dalimunthe, bukan Wahab Dalimunthe," lanjut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Wahab Dalimunthe mengatakan tidak ada di Medan saat peristiwa tersebut terjadi.
"Mengenai cerita ini, aku kena getahnya. Pada saat terjadinya peristiwa penyebaran tentang Bu Herawati ini kan di asrama haji Medan. Nah saya saat itu bukan di ada di Medan, saya ada di Jakarta karena ada acara Demokrat di sini," kata Wahab.
Namun demikian Wahab mengaku bersyukur karena Tuhan akhirnya menunjukkan kebenaran.
"Tahu-tahu ada berita bahwa Zein Ginting mengatakan bahwa sayalah yang menyuruh mereka melakukan ini. Tetapi, Tuhan menunjukkan yang benar itu benar. Ternyata, Saudara Zein di pemeriksaan polisi mengaku bahwa yang menyuruh dia itu Saudara Supri," papar dia.
Menurut dia, Zein sempat menelepon supaya tidak diadukan ke polisi. "Dia bilang, aku ditekan. Jangan diadukan nanti matilah aku," kata Wahab menirukan ucapan Zein.
Wahab pun membuka pintu damai. "Kami di PD ini ya santun-santun saja. Supaya rukun damai siapa pun yang menang. Mudah-mudahan terbuka hati kita masing-masing maaf-maafan. Itu kalau dari sana mau. Terserahlah, kalau mau dari sana maaf-maafan. saya sih dorong supaya tidak sampai ke polisi, selesaikan dengan musyawarah mufakat," ujar Wahab.
(aan/nrl)











































