Mayoritas Pemilih PDIP dan Golkar Setuju Pilpres 1 Putaran

Hasil Survei LSKP

Mayoritas Pemilih PDIP dan Golkar Setuju Pilpres 1 Putaran

- detikNews
Selasa, 30 Jun 2009 17:03 WIB
Mayoritas Pemilih PDIP dan Golkar Setuju Pilpres 1 Putaran
Jakarta - Wacana Pemilihan Presiden (Pilpres) satu putaran masih terus bergulir. Hasil survei Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) menunjukkan bahwa mayoritas pemilih PDIP dan Partai Golkar menginginkan satu putaran.

"Mayoritas pemilih Partai Golkar dan PDIP setuju satu putaran, bahkan pemilih Megawati dan Jusuf Kalla juga setuju Pilpres satu putaran. Penentang pilpres satu putaran hanya segmen kecil dari elit politik pendukung kedua capres itu," kata Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono dalam jumpa pers Survei Respon Publik terhadap Wacana Pilpres Satu Putaran di Pisa Cafe Resto, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2009).

Sunarto menjelaskan, survei dilakukan pada 20-25 Juni 2009 dengan melibatkan 440 responden di DKI Jakarta serta menggunakan sampel acak bertingkat atau multistage random sampling dengan sampling error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak berkompetensi atau memastikan bahwa pemilu akan berlangsung selesai satu atau dua putaran. Tapi ini dukungan masyarakat atas wacana yang berkembang saja," jelasnya.

Menurut Sunarto, dari hasil survei tersebut ditemukan sekitar 89,1 persen masyarakat menyatakan sangat setuju terhadap pilpres satu putaran. Sementara sekitar 8,8 persen yang menyatakan tidak setuju, sisanya 2,1 persen menjawab tidak tahu.

"Yang mengejutkan dari temuan ini ternyata mayoritas pendukung tiga pasang capres setuju dengan pilpres satu putaran," ungkapnya.

Diterangkan Sunarto, tingkat dukungan terbesar terhadap pilpres satu putaran ditempati oleh pendukung SBY-Boediono sekitar 94,8 persen, pendukung pasangan Megawati-Prabowo sekitar 73,8 persen dan pendukung pasangan JK-Wiranto sekitar70,5 persen. Sementara penolakan pilpres satu putaran diungkapkan sekitar 29,4 persen pendukung JK-Wiranto dan 21,4 persen pendukung Megawati-Prabowo.

Sementara bila dilihat dari latar belakang parpol, lanjut Sunarto, pendukung pilpres satu putaran ditempati oleh pemilih PKS sekitar 97,7 persen, PAN sekitar 95 persen, PPP sekitar 93,8 persen dan PD sekitar 93,3 persen. Bahkan, pemilih partai penantang SBY-Boediono, yaitu Partai Golkar sekitar 75 persen dan PDIP sekitar 71,9 persen, Partai Gerindra 77,8 persen dan Partai Hanura sekitar 75 persen mendukung pilpres satu putaran.

Masyarakat banyak yang menyukai pilpres satu putaran dengan alasan hemat biaya sekitar 57,7 persen, sudah bosan pemilu dan ingin cepat selesai sekitar 18,3 persen dan supaya pemerintah cepat bekerja serta langsung bekerja sekitar 12,2 persen. Sementara yang menentang, terkait tidak jelasnya visi dan misi pasangan capres sekitar 33,3 persen dan bisa mendapatkan pasangan capres cawapres yang diterima rakyat sekitar 20,6 persen.

(zal/yid)


Berita Terkait