Namun sayang, kemeriahan kampanye Mega-Prabowo tak diiringi dengan larisnya dagangan para pedagang asongan. Mereka mengaku dagangannya sepi pembeli
alias tak laku.
"Habis, peserta kampanye diberi makanan banyak," keluh Suraji, pedagang es cendol dan es buah di GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Suraji mengatakan, mulai pagi tadi hingga sore hari, dagangannya tak didekati pembeli. Dia pun pesimistis dengan keadaan ini.
"Sebenarnya kalau punya modal, bisa pulang kampung saja. Hari ini aja belum dapat uang Rp 200 ribu. Padahal modalnya Rp 400 ribu," tutur pria asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut.
"Siapa pun presidennya, paling saya tetap jualan es," ucapnya lirih.
Senada dengan Suraji, Mukminin, penjual gantungan kunci dan berbagai atribut Mega-Prabowo juga mengeluh dengan sepinya pembeli.
"Masih laku dikit, Mas," kata Mukminin sambil terus setia menunggu dagangannya.
"Sebenarnya kalau bisa sih Mega yang menang. Di iklan kan dia membela kaum kecil seperti kita ini," kata Mukminin polos.
(anw/nwk)











































