"DPT di 16 provinsi belum beres, 68 ribu TPS yang dihilangkan," orasi Megawati yang mengenakan pakaian mirip Prabowo yaitu kemeja warna krem penuh saku, di GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009) pukul 14.45 WIB.
"Mari kita berpikiran dengan jernih, mengapa sampai ada TPS-TPS yang dihilangkan dan jumlahnya cukup besar. Apa maksud dan tujuannya, Saudara-saudara?" tanya Megawati yang rambutnya sering tersibak angin ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega mengajak massanya untuk menjaga suara pada 8 Juli. "Saudara-saudara yang ingin memilih Mega-Pro, Mega-Prabowo, harus bersama-sama mengamankan yang namanya TPS-TPS dan juga kotak-kotak suara saat dibawa ke kecamatan/kelurahan karena sebenarnya di tempat-tempat itulah sering terjadi manipulasi suara," ujar Mega disambut tepuk tangan.
Mega mengakhiri pidatonya dengan teriakan khasnya,"Merdekaaa! Merdekaa!" Lalu tepuk tangan membahana. Setelah itu dia bersalaman dengan Prabowo.
Panitia lalu meminta keduanya memberikan pidato tambahan bersama-sama. Prabowo sekali lagi, bicara lebih dulu. "Ibu memberi petunjuk...saya mengulangi, menegaskan apa yang Ibu sampaikan, tanggal 8 Juli marilah kita amankan suara rakyat demi rakyat Indonesia," kata Prabowo.
(nrl/gah)











































