"Panitia Pelaksana Pilpres yakni PPS dan PPK agar jangan sampai kena kurap yakni kurang rapi, kudis kurang disiplin dan kutil, kurang teliti. Seringkali masalah bermula dari hal ini," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Hafiz Anshary.
Imbauan tersebut disampaikan Hafiz dalam acara simulasi Pilpres 2009 di Lapangan Karebosi, Makassar (30/6/2009).
Menurut Hafiz, kasus sengketa pemilihan yang paling banyak di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah masalah yang ditimbulkan dari berkas yang kurang rapi dan kurang teliti, kinerja kurang disiplin oleh petugas PPS dan PPK di tingkat desa sampai kabupaten.
"Pada Pileg lalu, jumlah pemilih yang salah mencapai 18 juta dan yang tidak datang ke TPS mencapai 49 juta pemilih. Hal ini harus diperbaiki," ujar Hafiz.
Hafiz menegaskan KPU sudah bekerja keras sesuai Undang-undang. Dikatakan dia, tidak ada satu pun pemilu di negeri ini yang lepas dari kasus. Hal tersebut juga dipengaruhi dari kebiasaan mencari-cari kesalahan oleh pihak yang kalah.
"Petugas PPS dan PPK wajib bekerja keras dan harus serius mengontrol kemungkinan adanya pemilih ganda," kata dia.
(mna/aan)











































