Misalnya saja dalam rangkaian kampanye Boediono ke Papua, Ende NTT, Bali, dan Solo yang digelar pada 26-29 Juni 2009, tampak terlihat ekonom Chatib Basri dan Raden Pardede.
Juga ikut budayawan Gunawan Muhammad dan Ayu Utami, Duta Besar Papua untuk dunia internasional Febiola yang disebut-sebut dekat dengan Ibu Ani Yudhoyono, dan juga Rizal Mallarangeng yang selalu mendampingi. Terselip pula beberapa perwakilan pengusaha yang menjadi penyumbang dana bagi tim kampanye Boediono.
"Pak Chatib Basri, dan Gunawan Muhamad serta yang lain itu, sahabat. Teman memberikan nasihat bila Pak Boediono ingin diskusi," kata Rizal Mallarangeng saat ditemui di Denpasar.
Para pengiring Boediono, selalu menemani kemana sang pendamping SBY ini melangkah. Tidak sekedar menjadi pelengkap, mereka mengaku memang menyokong penuh Boediono dengan pemikiran.
"Yang diperjuangkan pemerintah yang bersih, kejujuran," jelas Gunawan Muhammad beralasan.
Meski ada tim sendiri, kerja tim ini pendamping Boediono ini, selalu selaras dengan tim kampanye nasional SBY-Boediono.
"Mereka koordinasi dengan tim kampanye nasional, semua," imbuh Rizal. Tidak sekedar sumbang oemikiran, di setiap kampanye di lapangan pun, para pengiring ini selalu ikut serta.
Misalnya saja saat melihat lokasi pengasingan Soekarno di Ende, NTT. Bahkan Boediono tidak segan-segan mengenalkan nama-nama itu kepada konstituen yang ditemuinya.
Tentunya kerja tim itu tidak sebatas hanya mengupgrade Boediono semata, sesuai apa yang disampaikan Gunawan Muhammad, bagaimana bila terpilih nanti bisa menjaga pemerintahan yang bersih.
(ndr/Rez)











































