"Lebih cepat lebih baik ini ada bau-bau The Godfather. Bagaimana listrik kita belum baik mampu pertumbuhan ekonomi dua digit," tutur tim sukses SBY, Munawir, memulai perdebatan.
Hal ini disampaikannya dalam dialog mengenai pembangkit listrik 10.000 Megawatt, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini yang penting membereskan listrik 10.000 Megawatt yang diusulkan Pak JK," kritiknya.
Mendengar capres jagoannya dicaci tim sukses SBY-Boediono, Alvin Lee angkat bicara. Alvin balik mengkritik SBY. SBY disebutnya payah karena percaya proyek abal-abal Bio Energy.
"Percaya air menjadi minyak sebagai sumber energi itu payah, sampai sekarang saya tidak tahu nasibnya Joko bagaimana," ejek Alvin.
Alvin lantas memberi penjelasan terkait pembangkit listrik di Pacitan. Sekalipun proyek raksasa itu dimulai JK, Alvin berdalih proyek itu sudah ditangan pelaksana proyek.
"10.000 Megawatt memang dinisiasi Pak JK, namun sudah diserahkan pelaksananya, itu kan koordinasi dengan banyak orang," beber Alvin mengklarifikasi.
Tim sukses Mega-Prabowo, Effendi Simbolon yang ada disebelah Alvin ikut membela. Menurutnya SBY tidak serius menangani pembangkit listrik raksasa itu. Alhasil, pelayanan pun tidak prima.
"10.000 Megawatt ini dibuat dulu baru dibuat patungnya. Kebijakannya instan dan cenderung kejar tayang, semuanya hanya reaktif sesaat saja, jadi menimbulkan banyak masalah. Kalau meningkatkan jangan dayanya saja, pelayanannya juga ditingkatkan," pungkasnya.
(van/yid)











































