Saling Serang Harus Dihentikan, Proses Hukum Perlu Dipercepat

Selebaran Istri Boediono Katolik

Saling Serang Harus Dihentikan, Proses Hukum Perlu Dipercepat

- detikNews
Senin, 29 Jun 2009 13:16 WIB
Saling Serang Harus Dihentikan, Proses Hukum Perlu Dipercepat
Jakarta - Kasus selebaran bernuansa SARA tentang keagamaan istri Boediono membuat panas dua tim kampanye pasangan capres-cawapres. Untuk menghindari kekacauan lebih jauh, saling serang antara kedua tim tersebut harus segera dihentikan dan proses hukum perlu dipercepat.

"Memang selalu saja ada orang yang ingin menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Yang harus dituntaskan bukan saling tuduh karena perdebatannya jadi nggak sehat," kata pengamat politik UI Maswadi Rauf saat dihubungi detikcom, Senin (29/6/2009).

Menurut Maswadi, proses hukum kasus tersebut harus segera diselesaikan. Sebab jika tidak kasus ini akan semakin memanas dan menjadi bola liar yang membahayakan Pilpres.

"Sudah berbagai macam isu beredar, bahwa itu permainan SBY-Boediono supaya merusak citra JK-Wiranto. Sudah bermacam-macam penafsiran karena terlalu lama proses hukumnya dilakukan. Kalau tim suksesnya tersinggung harusnya menempuh jalur hukum supaya tidak ada penafsiran yang ngaco, ngawur. Ini akan mengganggu pilpres," kata Maswadi.

Dengan jalur hukum diharapkan semua persoalan akan menjadi jelas sehingga tidak perlu ada saling tuding. Polisi dan Panwaslu harus bekerja cepat menangani kasus tersebut.

"Itu harus dituntaskan. Gampang sekali, siapa yang melakukan itu, lalu siapa yang berinisiatif pertama. Harus diusut supaya tidak menjadi bahan konflik politik," imbuh Maswadi.

Maswadi menambahkan, sejauh ini kasus tersebut tidak memengaruhi elektabilitas kedua pasangan yang berseteru. Sebab semuanya barulah isu dan belum terbukti kebenarannya.

"Memang mungkin diharapkan dengan adanya isu itu dukungan SBY-Boediono dari kalangan muslim akan turun. Tapi sampai saat ini dampaknya belum krusial karena baru isu dan masih saling tuduh," papar Maswadi.

(sho/iy)


Berita Terkait