Tim SBY Minta Penyebar Selebaran Istri Boediono Katolik Ditangkap

Ngaku Pendukung SBY

Tim SBY Minta Penyebar Selebaran Istri Boediono Katolik Ditangkap

- detikNews
Minggu, 28 Jun 2009 16:39 WIB
 Tim SBY Minta Penyebar Selebaran Istri Boediono Katolik Ditangkap
Balikpapan - Kubu SBY-Boediono menampik bila black campaign termasuk penyebaran selebaran yang berisi istri Boediono, Herawati, beragama Katolik dilakukan oleh pihak SBY sendiri. Si penyebar selebaran diminta ditangkap dan diusut tuntas.

"Kalau mengaku-ngaku dari pihak SBY, mengaku-aku diri ya silakan. Kami minta orangnya ditangkap, lalu diusut tuntas," ucap Ketua Partai Demokrat Andi Mallarangeng usai kampanye tertutup di Dome Convention Centre, Balikpapan, Kaltim, Minggu (28/6/2009).

Koordinator Bidang Media Tim Kampanye SBY-Boediono ini menilai aneh jika penyebar selebaran tersebut adalah pendukung SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Faktanya ada salah seorang orang itu memakai seragam JK-WIN di dalam ruangan. Ada petugas, ada panitia, yang mereka tahu semua. Bagaimana mungkin kalau itu dari kami. Sungguh lucu," tegas Andi. Sementara Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan, kampanye buruk hanya berdampak negatif bagi si penyerang. Warga PKS sendiri, menurutnya hanya terpengaruh sesaat. Tetapi bisa pulih setelah memperoleh penjelasan.

"Isu Katolik, black campaign demikian tidak efektif. Sekarang berbalik, yang tadinya curiga sekarang ketahuan siapa pelakunya. Kalau dampak ke pemilih, insya allah clear, tidak ada masalah. Sekali terkejut tetapi biasa lagi setelah ada penjelasan," tegas Tifatul pada kesempatan sama.

Selebaran yang berisi istri cawapres Boediono, Herawati beragama Katolik disebarkan saat berlangsung kampanye Jusuf Kalla (JK)-Wiranto di Medan. Tim SBY sempat meminta JK bertanggung jawab dan minta maaf atas kasus tersebut.

Tapi belakangan, menurut Jubir tim sukses JK-Wiranto, Yuddy Crisnandi, si penyebar selebaran dalam pemeriksaan polisi mengaku ia merupakan pendukung SBY. Ia mengatakan menyebarkan selebaran yang berisi artikel di Monitor Indonesia itu atas perintah Abdul Wahab Dalimunthe, tim sukses SBY. (Ari/iy)


Berita Terkait