Menanti Kedatangan Bapa Tua SBY di Ende

Menanti Kedatangan Bapa Tua SBY di Ende

- detikNews
Sabtu, 27 Jun 2009 12:40 WIB
Menanti Kedatangan Bapa Tua SBY di Ende
Ende - Sorak sorai bocah dan warga di kampung nelayan Mbowangani, Papuanda, Ende NTT mewarnai kedatangan Cawapres Boediono. Mereka rela berdiri di tengah terik matahari yang menyengat kulit. Warga juga ingin Capres SBY berkunjung ke kampung mereka.

"Bapa tua, bapa tua, hidup SBY. Hidup Boediono," teriak warga, Sabtu (27/6/2009).

Ratusan warga langsung menghambur dan berebut untuk bersalaman begitu Boediono turun dari mobilnya. "Kami jarang kedatangan pejabat dari pemerintah pusat," ujar Herawati, yang juga pegawai di kelurahan Rukun Lima.

Boediono lantas berjalan melihat-lihat suasana sekitar pasar nelayan yang berdiri dengan kondisi seadanya. "Tolong Pak, bantu kami dengan merenovasi. Tolong bantu kami dengan memberikan mesin perahu, tolong bantu kami dengan mempermudah izin melaut," ujar seorang nelayan kepada Boediono.

Boediono yang berbatik coklat pun menjanjikan untuk memberikan bantuan bagi mereka. "Saya akan memberikan perhatian," tambahnya.

Bukan hanya sekali dua kali warga Ende meminta bantuan. Di berbagai kesempatan saat Boediono bertemu warga mereka juga selalu meminta agar pembangunan Ende segera dilakukan.

Bagi mereka, kesempatan bertemu pejabat dari pusat memang langka. Tidak heran unek-unek langsung diutarakan warga.

"Kami juga berharap Bapak Tua, Bapak SBY mau datang ke Ende," ujar Herawati. Panggilan bapak tua, ini diucapkan warga kepada seseorang yang sangat dihormati. "Pernah juga Bapak Andi Mallarangen datang ke Ende, tapi hanya sampai di bandara," terang Herawati.

Kedatangan Boediono ini memang sedikit mengobati rasa rindu warga kepada sosok pejabat pemerintahan yang hanya kerap mereka lihat di pusat.

Kawasan Ende, yang juga dikenal sebagai tempat pengasingan Soekarno pada era kolonial 1934-1938 memang masih tertinggal di banding tempat lain. Penduduk di daerah ini umumnya bekerja sebagai nelayan dan petani.

"Kami berharap Bapa Tua mau singgah di Ende," harap Aida, seorang ibu rumah tangga.

(ndr/aan)


Berita Terkait