Selama 45 menit, sejak 09.30 Wita, Sabtu (27/6/2009), bersama budayawan Goenawan Muhammad dan Rizal Mallarangeng, Boediono melihat-lihat kondisi rumah pengasingan.
"Luar biasa pemimpin kita yang perlu terus kita hargai dan kenang," tulis Boediono dalam pesannya di buku tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berkunjung ke rumah pengasingan, Boediono melanjutkan safari poltiknya dengan berdiskusi dengan warga Ende di bawah pohon sukun, di lokasi yang berada sekitar 500 meter dari rumah pengasingan.
Acara tanya jawab digelar dengan penduduk sekitar. Para warga umumnya meminta agar terpilih nanti Boediono mau melakukan perbaikan pada patung Soekarno dan memperhatikan pembangunan Ende, tidak hanya sekedar saat kampanye saja.
"Kalau saudara tidak percaya kata-kata, bagus. Kalau saya mendapat amanat pasti, dan akan saya lakukan secara bertahap," imbuhnya.
(ndr/nwk)











































