Nobar diadakan dengan mengusung rekaman video debat capres putaran pertama dihadapan masyarakat Indonesia di Wina, Austria Jumat 26 Juni 2009 lalu. Debat capres pertama dengan tema 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM' cukup memperoleh antusiasme warga kendati menurut banyak orang, debat capres yang pertama itu kurang menggigit dibanding debat kedua.
Yang menarik, dalam acara bedah debat tersebut, juga dilakukan simulasi pencontrengan dan polling capres. Polling dilakukan menggunakan imitasi kertas suara yang dibagikan pada para peserta sebelum pemutaran video debat dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Austria Wikan Danar Sunindyo persiapan gelaran nobar rekaman debat capres sudah dirancang sejak debat pertama digelar. Karena keterbatasan teknis, baru debat pertama yang bisa direalisasikan untuk diputar ulang.
Usai debat, hasil polling pun di umumkan. Sebagai pemenang, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono unggul tipis dengan kenaikan 1,4 persen suara dari sebelum debat diputar. Sementara suara untuk pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla(JK)-Wiranto justru turun setelah debat.
βPolling ini tentu tak mewakili hasil dari Pilpres. Ini hanya agar acara sosialisasi lebih grengβ, ujar Muhammad Takdir, salah satu panitia Pokja Sosialisasi Pemilu di Austria.
Selain pemutaran ulang rekaman debat capres pertama ada juga iklan anjuran agar tidak golput. Judulnya βAjak 5 teman, cuma 5 menit, buat 5 tahunβ. Cukup unik dan lucu karena menampilkan warga Indonesia di Austria dengan gaya natural danΒ sedikit canggung di depan kamera harus menyampaikan seruan βJangan Golputβ. Rekaman video ini juga akan disebarkan melalui youtube dan juga situs jejaring lainnya.
Ya, rangkaian acara ini memang buah kreativitas Panitia Pemilu Luar Negeri Austria dalam mensosialisasikan Pilpres.
(nwk/nwk)











































