"Konflik pasca Pilpres di Iran dapat dipertimbangkan sebagai media pembelajaran dan pendidikan politik oleh bangsa ini terutama menjelang Pilpres. Agar berkompetisi secara wajar, elegan, tidak saling menyerang apalagi berbuat tidak fair," ujar Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz.
Hal itu disampaikan Irgan dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (26/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pihak sangat penting mengedepankan ide-ide, kebijakan dan program yang realistis. Tidak sekadar
slogan apalagi bersifat simbolis, dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai masalah bangsa," imbuhnya.
Yang menjadi prioritas adalah masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pengangguran, korupsi, kemiskinan, korupsi, pungli, ekonomi sektor riil berskala mikro dan menengah dan hal-hal lainnya.
"Sehingga siapapun yang terpilih, rakyat bisa menerima dengan baik. Dan sesama capres ada kesepakatan saling mendukung. Kita berharap semua pihak harus dalam posisi siap menang dan siap kalah," tegas Irgan.
(nwk/nwk)
