"Jangan sampai skenario 1 putaran juga dijalankan KPU dan aparat," ujar Indra Jaya Piliang, anggota Timses JK-Wiranto, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2009).
Dugaan Indra ini tentunya bukan tanpa alasan. Ditemukannya spanduk sosialisasi pilpres di Lampung yang diduga menguntungkan pasangan SBY-Boediono, karena dicontreng di nomor urut 2, adalah salah satu indikasi itu kuat ke arah itu selain berbagai kebijakan KPU yang tidak konsisten sebelumnya.
Indra mengatakan, KPU harus bersikap netral dalam pilpres. Mantan peneliti CSIS ini mengingatkan, jika KPU tidak netral dan hasil pilpres dicap curang oleh masyarakat, bukan tidak mungkin kekisruhan di Iran bakal terulang di Indonesia.
"Jangan karena dia lelah terus tidak mau kerja lalu inginnya 1 putaran. Keberpihakan KPU pada capres tertentu bisa menimbulkan Iran jilid II," pungkasnya.
(Rez/yid)











































