"Saya yakin para kompetitor itu nggak ngerti duduk perkaranya," kata Fahmi Idris, di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009).
Dalam debat capres putaran kedua, menurut dia, semua pemikiran capres standar soal subsidi.
"Yang lain hanya menjawab bagaimana subsidi itu dikurangi. Tetapi JK berhasil keluar dari standar itu dengan menggunakan pendekatan komoditi," ujar pria yang juga menjabat Menteri Perindustrian ini.
Dikatakan dia, JK memaparkan bahwa subsidi BBM mendekati Rp 120 triliun dan listrik Rp 90 triliun.
"Karena keluar dari pemikiran standar maka JK melakukan konversi minyak ke gas. Dengan begitu maka subsidi dapat ditekan sehingga berkurang Rp 8 triliun," kata Fahmi.
Selain itu, kata dia, JK memiliki perangkat lengkap untuk memimpin mulai dari konsep menguasai berbagai bidang, memiliki akhlak, moralitas, konsistensi, dan keberanian yang baik.
(aan/nrl)











































