Peristiwa itu terjadi saat Prabowo berkunjung ke kantor Harian Suara Merdeka Semarang, Jl. Pandanaran, Jumat (26/6/2009). Sekitar 75 orang dari berbagai unsur hadir.
Setelah Prabowo menyampaikan kata pengantar, moderator membuka sesi tanya jawab. Seorang lelaki berjenggot mengacungkan tangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pengakuan itu, Prabowo hanya tersenyum. Si penanya melanjutkan kalimatnya. Ia meminta penegasan Prabowo soal komitmennya membela buruh.
Setelah Prabowo menjawab, moderator membuka sesi lagi. Seorang lelaki berkacamata mengacungkan tangan. "Saya juga Prabowo pak. Lengkapnya Anto Prabowo," kata Litbang Harian Suara Merdeka itu mengawali pertanyaan.
"Banyak nama Prabowo ya?" kata pendamping Megawati itu.
Anto Prabowo menanyakan langkah-langkah yang diambil di tengah pengaruh global agar bangsa Indonesia mandiri.
Pada sesi terakhir, seorang lelaki agak kurus mengacungkan jari. "Siapa ini? Budi? Budi Prabowo?" tanya Prabowo begitu mengetahui sang penanya bernama Budi.
Peserta diskusi langsung tertawa, termasuk si penanya. Budi Darmawan, demikian nama penanya itu, mengatakan soal lemahnya mentalitas perjuangan masyarakat, sehingga seolah-olah orang Indonesia hanya pantas jadi kuli.
(try/djo)











































