"Bila sampai tanggal 30 Juni belum ada konfirmasi, saya serahkan semua ke daerah. Pertama, silakan pilih dan dukung SBY, kedua tidak pergi ke TPS. Saya serahkan ke daerah bila merasa tidak di-wongke Timkamnas dan Fox Indonesia," kata Ketua Umum DPN Relawan SBY, Faisal Riza Yoenoes di kantornya Jl Hos
Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2009).
Dalam acara tersebut, turut hadir Sekjen DPN Relawan SBY Suryokoco Adiprawiro dan Ketua umum Team Pandu 57 Seno Aji. Ultimatum ini terkait kinerja Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono yang kurang koordinasi dengan para tim relawan lainnya, termasuk kekecewaan terhadap peran Fox Indonesia yang lebih mendominasi kampanye tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, belum efektifnya komunikasi Partai Demokrat atau Tim Kampanye Daerah dengan para relawan atau jaringan pendukung SBY lainnya. Sementara untuk tingkat nasional, Hatta Rajasa yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional untuk lebih fokus bekerja dan mengundurkan diri sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Fox Indonesia sebagai konsultan pemenangan SBY-Boediono seharusnya memaksimalkan menggunakan jaringan relawan dan pendukung SBY lainnya. "Kita minta Timkamnas untuk kerja all out, oleh karena itu kami minta Hatta Rajasa untuk mundur sebagai Mensesneg agar punya waktu yang lebih luang dan fokus dalam
pemenangan SBY-Boediono ini," tegasnya.
(zal/mad)










































