"Atas nama Ibu Mega, saya mohon maaf. Sebab, beliau tidak bisa hadir karena harus menyiapkan materi debat capres nanti malam. Sedangkan Mas Bowo (Prabowo) saat ini masih berada di Jawa Timur," kata Taufiq Kiemas, saat membuka kongres, Kamis (25/06/09).
Kiemas memastikan, meski Mega tidak hadir, dia bisa memahami semangat para buruh di Indonesia. Itulah sebabnya, Mega tidak ragu melakukan kontrak politik dengan para buruh. "Percayalah, jika nanti Ibu Mega terpilih, tidak akan ada lagi program outsourcing di Indonesia. Asalkan tidak ada dusta di antara kita pada 8 Juli nanti," kata Kiemas.
Menurut Kiemas, praktik outsourcing yang terjadi sekarang jauh lebih buruk dibanding zaman penjajahan Belanda. Jika dulu, tenaga kuli kontrak selalu dilengkapi dengan fasilitas sekolah maupun tempat tinggal bagi keluarganya. Sedangkan sekarang, buruh benar-benar tidak mempunyai posisi tawar di mata pengusaha. Bisa dipecat kapan saja.
Selaku fasilitator kongres, Direktur Pro Mega Centre Mochtar Mohammad menyatakan, hasil kongres buruh ini akan dijadikan bahan untuk draf RUU Perburuan. Dengan begitu, aturan yang mengatur soal buruh, benar-benar dibuat oleh para buruh itu sendiri.
(djo/djo)











































