"Makasih. Saya serahkan kepada Allah," ujarnya singkat sebelum meninggalkan peserta silaturahim bersama 1.000 muslimah di Gedung Cut Nyak Dien di kompleks Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (26/6/2009).
Tak puas mendengar jawaban Herawati, wartawan kembali mencecar pertanyaan kepada perempuan kalem ini.
"Mereka yang menuduh harus minta maaf Bu? Merasa difitnah nggak?" tanya wartawan. Herawati tidak mengeluarkan kata-kata. Sepanjang perjalanan masuk ke mobil, dia cuma menjawab "terimakasih".
Herawati yang mengenakan batik warna oranye dengan kerundung warna merah muda langsung bergegas ditemani dua pengawal pribadinya memasuki Kijang Innova bernopol B 1204 WB.
Menurut pihak penyelenggara yang mengundang secara khusus, acara yang digelar bareng 1.000 muslimah ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi isu dan fitnah yang berkembang selama ini kepada Herawati.
"Jangan sampai kita semua termakan isu-isu yang tidak sehat. Boleh berkompetisi tapi jangan memfitnah orang lain," kata Ketua PP Salimah Wiryaningsih.
"Ibu Herawati juga bilang ke saya. Saya ini lahir sudah muslim, tapi kok masih saja difitnah. Biarkan saja saya serahkan kepada Allah," kata Wiryaningsih menirukan Herawati.
Namun Wiryaningsih membantah jika acara ini pesanan kubu SBY-Boediono untuk meng-couter tuduhan terhadap Herawati.
"Kita hanya membantu untuk klarifikasi. Menjelaskan minimal kepada umat di Salimah agar tidak sembarangan men-judge orang," ujarnya.
(anw/anw)











































