"Soal DPT dikatakan di Jatim ganda. Kita sudah panggil kemarin, anggota KPU-nya. Mungkin besok saya sendiri yang akan ke Jatim untuk mengumpulkan seluruh KPU kabupaten/kota, minta penjelasan resmi dari mereka," kata Hafiz di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2009).
Pada Selasa, 23 Juni lalu, Pemuda Pancasila Jawa Timur melaporkan ke KPU adanya indikasi penggelembungan DPT di Jatim. Mereka menamukan kurang lebih 2,2 juta penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sama.
Menurut Hafiz, NIK sama belum tentu berarti pemilih ganda. Sebab dari pengalaman pileg lalu, ada orang yang berbeda namun memiliki NIK sama. Hal ini karena kesalahan proses pemberian NIK di catatan sipil Adminduk.
"Kalau pengalaman pileg sesudah investigasi ke daerah, memang NIK-nya ganda orangnya beda. NIK-nya ganda karena proses pmberian NIK di Adminduk catatan sipil melalui proses panjang. Sementara untuk pemilu keperluannya mendesak. Ada sekian banyak orang tidak punya NIK akhirnya dikasih NIK sama," tutur Hafiz.
Hafiz belum bisa memastikan kapan hasil klarifikasi itu akan selesai. Yang jelas jika terbukti ada pemilih ganda, pasti akan dicoret. "Pokoknya besok saya ke Surabaya. Saya tidak tahu apa hasilnya besok selesai," tandas Hafiz.
(sho/yid)











































