Isu KPK Bikin SBY Blunder, Tapi Bukan Kiamat Politik

Isu KPK Bikin SBY Blunder, Tapi Bukan Kiamat Politik

- detikNews
Kamis, 25 Jun 2009 12:33 WIB
Isu KPK Bikin SBY Blunder, Tapi Bukan Kiamat Politik
Jakarta - Pernyataan SBY terkait posisi KPK membuat blunder politik baru seiring tingkat elektabilitasnya yang terus menurun. Lawan politik SBY mempertanyakan komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Memang pernyataan itu jadi blunder karena dieksploitasi oleh lawan politiknya. Tetapi itu tidak serta merta menjadikan posisi politik SBY kiamat," kata pengamat politik Arbi Sanit kepada detikcom, Kamis (25/6/2009)

Menurut Arbi, pernyataan SBY soal KPK superbody sebenarnya benar seratus persen. Tetapi kalau maksud ini disalahartikan dan dieksploitasi demi kepentingan politik, SBY harus mengklarifikasi maksudnya agar polemik ini tidak berlanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu (pernyataan SBY) disalahartikan untuk kepentingan politik. KPK superbody itu jelas, semua tahu. Tetapi secara politis isu ini dieksploitasi oleh para lawan politiknya. Karena itu dia (SBY) harus bikin konfirmasi ulang, apa yang dimaksudnya," saran Arbi.

Menurut Arbi, penjelasan SBY terhadap isu KPK ini akan mengakhiri semua spekulasi dan isu liar terkait pernyataannya soal kewenangan KPK.

Saat ditanya apakah pernyataan SBY ini keluar akibat keputusan KPK terhadap besannya, Aulia Pohan yang divonis 4,5 tahun penjara, Arbi membantah tudingan itu. "Nggak ada itu. Kalau memang mau membantu saudara dan temen-temannya pasti dari dulu. Memang SBY bodoh apa," pungkasnya.

Dalam pernyataannya di koran Kompas edisi hari ini, SBY menyampaikan peringatan mengenai kedudukan KPK yang menjadi seperti lembaga superbody. "Terkait KPK, saya wanti-wanti benar power must not go uncheck. KPK ini sudah powerholder yang luar biasa. Pertanggungjawabannya hanya kepada Allah. Hati-hati," ujar SBY.

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengungkit kewenangan KPK dianggap kubu JK-Wiranto sebagai bentuk ketidaksukaan SBY dengan lembaga antikorupsi ini. Tim JK-Wiranto pun mempertanyakan komitmen SBY dalam pemberantasan korupsi.

"Pernyataan Pak SBY menimbulkan pertanyaan masyarakat akan komitmen beliau atas pemberantasan korupsi. Apa (SBY) punya keinginan untuk membubarkan KPK? Khawatir dengan tugas KPK? Ini menimbulkan pertanyaan," kata salah satu tim sukses JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi.

Presiden SBY, menurut Yuddy, harusnya memberikan dukungan dan memberikan kekuatan moril kepada KPK untuk bertindak lebih super lagi sesuai dengan ketentuan UU.

(yid/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads