"Kok lucu masa nggak tahu itu terjadi di tempat kampanye JK-Wirantonya sendiri. Mereka harus bertanggung jawab karena itu berada di daerah mereka," ujar Ketua Fraksi PD DPR Syarief Hassan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Komandan korwil Jabar, DKI Jakarta dan Banten tim sukses SBY-Boediono itu meminta Bawaslu untuk bertindak tegas atas selebaran itu. Seharusnya Bawaslu bisa bertindak tegas sekalipun tim sukses JK-Wiranto tidak tahu menahu. "Jangan hanya saat Demokrat yang melakukan silaturahim saja dibilang kampanye," jelas suami pemain sinetron Inggrid Kansil ini.
Syarif juga menyatakan saat ini tim kampanyenya sedang menindaklanjuti penyebaran selebaran ke Bawaslu hari ini. "Tim kami sedang menindaklanjutinya," katanya.
"Kalau ada selebaran itu harus dibersihkan dong, mestinya kan begitu," tandasnya.
Selebaran istri Boediono beragama Katolik beredar saat kampanye capres JK di Medan. Kubu JK mengaku tak menyebarkan selebaran itu. Ketua Tim Sukses SBY-Boediono, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa istri Boediono adalah muslimah. (nik/nrl)











































