Golkar dan PDIP Dinilai Memaksakan Pilpres Dua Putaran

Golkar dan PDIP Dinilai Memaksakan Pilpres Dua Putaran

- detikNews
Kamis, 25 Jun 2009 00:15 WIB
Golkar dan PDIP Dinilai Memaksakan Pilpres Dua Putaran
Jakarta - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menilai Golkar dan PDIP sebagai biang penyebar benih ketakutan masyarakat terhadap pilpres satu putaran. Golkar dan PDIP memang harus meloloskan JK atau Mega ke putaran kedua jika ingin menurunkan SBY dari tahta Presiden.

"Yang menyebarkan ketakutan satu putaran kan PDIP dan Golkar, mereka mati kutu kalau harus satu putaran. Mereka bisa melawan kalau hanya dua putaran, jadi bisa berkoalisi, itu strateginya," ujar Arbi, saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (24/6/2009).

Arbi sendiri mengaku yakin pilpres hanya akan berlangsung satu babak. Meskipun demikian Arbi tidak yakin SBY bisa mengalahkan rekor Soeharto dengan memeproleh 70 persen suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya percaya satu putaran sekalipun satu putaran, tapi tidak sampai 70 persen, paling dapat 51 persen," ungkap pria berambut putih ini.

Menurut Arbi, survey yang dilakukan lembaga survey adalah referensi akurat. Lembaga survey, menurut Arbi, tidak akan mempertaruhkan nama baiknya dengan membohongi publik.

"Dilihat survey itu masih tinggi elektabilitasnya, lembaga survey metodologinya bener, tidak otomatis sumber merusak metedologi, mereka harus pertahankan reputasi mereka juga kan," jelas Arbi.

"Memang strategi orang kecil, diperpanjang permainan selagi ada harpan," candanya.
(van/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads