"Ini hasil rapat koordinasi dengan perwakilan kita di 33 provinsi, mereka merasa kesulitan untuk koordinasi. Dan beberapa provinsi kesulitan dengan parpol koalisi," kata Sekjen Relawan SBY, Suryokoco Adiprawiro, kepada detikcom, Rabu (24/6/2009).
Menurut Suryokoco, tentunya kesulitan koordinasi antara Timkamnas SBY-Boediono ini merupakan kinerja yang kurang baik. Sehingga, wacana pelaksanaan Pilpres satu putaran yang selama ini digulirkan tidak akan terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Relawan SBY meminta agar Hatta Rajasa untuk lebih konsern dan fokus pada tugasnya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono. "Sebab selama ini tidak fokus, sebagai Ketua Tim, sebagai menteri dan juga sibuk menghadapi konflik internal di partainya," ujarnya.
Terkait hubungan dengan Fox Indonesia, lanjut Suryokoco, pihaknya juga menyoroti kinerja Tim Sukses dan Fox di beberapa titik di mana seharusnya ada antusiame masyarakat dalam menyambut Capres-Cawapres, SBY-Boediono tidak signifikan.
"Ini terjadi karena kurang bagusnya koordinasi. Jadi kami lihat ada dua persoalan itu yang yang harus segera dicermati SBY," tandasnya.
Ditambahkan Suryokoco, Relawan SBY juga mempertanyakan posisi Fox Indonesia sebagai konsultan politik, yang seharusnya mengkonstruksi selaku kontraktor. Tapi pada kenyataannya di sisi lain, Fox Indonesia juga menempatkan sebagai event organizer.
"Jadi ini tidak kontrol yang jelas. Jadi semua yang tampil adalah Fox Indonesia. Padahal semuanya harus bekerja sebagai Team Work yang bagus," imbuhnya.
Atas kekecewaan Relawan SBY di daerah itu, Ketua Umum Relawan SBY, Fasial Riza Yunus telah mengajukan surat kepada SBY. "Cuma belum saya konfirmasi apakah surat itu sudah dikirim atau diterima atau belum. Tapi beberapa kawan sudah menyampaikan itu melalui SMS," katanya.
(zal/ken)











































