Seperti yang terlihat di Desa Teluk, Labuhan, Pandeglang, Banten, Rabu (24/6/2009) ini. Usai salat magrib Wiranto pun mengajak para nelayan setempat untuk nongkrong dan makan bareng.
Terlihat meja makan besar di depan mereka tampak dipenuhi tongkol dan udang bakar lengkap dengan lalapan plus sambalnya.
"Pak Wiranto tidak biasa makan ditonton banyak orang. Jadi kalau saya makan nanti, jangan ditonton ya," canda Wiranto sembari menawari para nelayan memulai menyantap hidangan.
Tak mau membuang kesempatan, para nelayan pun segera mengeluarkan uneg-unegnya.
"Setiap kali kita menjual ke pelelangan ikan hasilnya dipotong 10 persen untuk rentenir, mohon kalau Bapak terpilih tidak ada lagi," ungkap Mahoji salah satu nelayan di kampung itu.
Mendengar keluhan nelayan, Wiranto pun angkat bicara. Wiranto menjanjikan akan segera mengatasi permasalahan yang memang sering terjadi di kalangan nelayan tradisional ini.
"Itu sudah kami dengar, bahkan Pak JK sudah mengeluarkan kebijakan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk mengatasi masalah-masalah nelayan kita, mudah-mudahan jika kami terpilih nasib nelayan akan lebih baik," tegas Wiranto.
Wiranto dan warga kampung nelayan kemudian tampak asyik menikmati hidangan sambil sesekali bercanda. Suasana hangat dan akrab mewarnai jamuan makan malam ini.
(van/nwk)











































