"Itu salah alamat. Karena kami memastikan Pak JK tidak tahu soal selebaran itu dan kami juga Timkamnas tidak tahu soal adanya selebaran itu. Tahunya juga dari wartawan," ujar salah satu juru bicara tim kampanye nasional JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi di Asean International Hotel, Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/6/2009).
Menurut Yuddy, seandainya tim kampanye nasional JK-Wiranto tahu, pihaknya pasti akan menghentikan pengedaran selebaran itu. Yuddy mengatakan, selebaran yang beredar itu bukan selebaran gelap karena selebaran itu adalah foto kopian hasil wawancara Habib Al Habsyi yang diambil dari Tabloid Indonesia Monitor.
Oleh karena itu menurut Yuddy, jika keberatan, maka yang dituntut harusnya tabloid itu atau narasumber yang memberi keterangan.
"Kalau memang keberatan silakan menempuh jalur hukum. Yang dituntut harian yang memuat itu atau narasumber yang memberi keterangan itu," tutur Yuddy.
Lebih lanjut dia menambahkan, andai kata informasi soal istri Boediono Katolik, tidak ada yang salah dengan informasi itu. Karena Katolik adalah agama yang diakui dan resmi di Indonesia.
"Andaikata informasi itu benar, apa yang salah dengan agama Katolik? Kita ini negara Pancasila, agama Katolik juga diakui di negara kita. Saya pikir itu tidak masalah," imbuhnya.
(anw/iy)










































