Pandangan ini disampaikan Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) dalam rilisnya yang diterima detikcom, Rabu (24/6/2009). Dalam rilis yang dikirim Sekretaris Umum Fokal IMM Hazuarli, disebutkan bahwa Boediono bersekolah di SD Muhammadiyah dan taat beribadah sejak kecil.
Menurut Hazuarli, Boediono lahir dari keluarga sederhana di Kota Blitar. Putra dari pasangan Ahmad Siswosardjono dan ibu Hj. Samillah, yang taat beribadah. Boediono menikah dengan Herawati, putri dari Imam Soewigyo, dan dikaruniai dua orang anak.
"Sejak kecil Boediono taat beribadah yang telah ditanamkan sejak di bangku Sekolah Dasar Muhammadiyah Blitar. Tekun belajar, jujur, rendah hati, merupakan modal awal tercapainya jenjang pendidikan formal sampai S3 dan pengukuhan gelar profesor di Universitas Gadjah Mada," kata Hazuarli.
Karir Boediono juga terus bersinar. Diawali menjadi dosen di Fakultas Ekonomi UGM, Deputi Geubernur BI, kepala Bappenas, menteri keuangan, Menko Ekuin, dan Gubernur BI. "Alhamdulillah, ujian yang sangat panjang dan beban tugas yang cukup berat tersebut di atas dapat dilaksanakan Boediono dengan baik, yang pasti Boediono seorang nasionalis dan agamis, rumah tangganya harmonis," jelas dia.
Dengan latar belakang Boediono yang agamis, Fokal IMM meminta agar masyarakat tidak perlu lagi ragu mendukung Boediono sebagai cawapres pendamping SBY periode 2009-2014. "Insya Allah Pak Boediono akan melaksanakan amanah rakyat Indonesia dengan penuh kearifan dan bijaksana untuk meneruskan dan menuju Indonesia yang lebih baik," ujar dia.
(asy/gah)











































