"Menurut saya (real debate) sudah muncul di tengah, tapi sayangnya di akhir agak melemah karena adanya break (iklan) di tengah. Break sangat menganggu acara debat. Saya kira kalau pun harus ada break lebih baik ditaruh di depan atau di akhir saja," kata Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (CETRO) Hadar Nafis Gumay saat ditemui wartawan usai acara debat Cawapres di Studi SCTV, Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009).
Menurut Hadar, para kandidat juga masih belum memberikan pemahaman yang jelas mengenai visi misinya. Pemaparan ketiga kandidat soal tema "Membangun Jati Diri Bangsa" masih terlalu abstrak dan belum membumi. "Masih samar belum detail, jawabannya masih ngambang," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa mereka jangan dibuat sejajar, lebih baik berhadapan. Kalau masalah kamera kan itu bisa diset, akan lebih baik kalau posisinya berbentuk segitiga," imbuh Hadar.
Bagi Hadar, penampilan Komaruddin Hidayat sudah maksimal sebagai moderator. Walau sudah cukup aktif, lanjut Hadar, para cawapres kurang memanfaatkan peluang itu.
"Saya kira pertanyaan moderator sudah cukup baik tadi terbantu dengan adanya ilustrasi. Tidak ada salahnya kalau moderator memotong di tengah dan menanyakan apa yang dimaksud dengan jawaban cawapres supaya lebih jelas dari pada dibiarkan terus bicara dan mengambang," lanjutnya.
"Peran moderator sangatlah krusial, tetapi tergantung juga kepada peran masing-masing cawapres. Kalau mereka sendiri tidak memahami betul topik yang dibicarakan, moderator sebagus apapun juga percuma, tidak akan sampai," pungkasnya. (ape/sho)











































