"Debat kedua lebih bernyawa dan lebih hidup," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha kepada wartawan usai acara debat cawapres di Studio SCTV, Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009) malam.
Namun janji KPU tentang adanya pengurangan segmen iklan masih belum nampak di debat kedua ini. Iklan masih nongol baik di awal, di tengah, maupun di akhir acara debat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya iklan, Putu membantah jika acara debat capres/cawapres dikatakan komersil. Menurutnya justru dengan iklan negara bisa melakukan penghematan anggaran.
"Terlalu dikomersilkan? Anggaran negara justru bisa dihemat Rp 750 juta," imbuhnya.
Putu menjelaskan, waktu untuk iklan masih dinilai wajar dalam suatu debat di stasiun televisi. Pemasukan dari iklan bisa menambah biaya untuk setiap stasiun semakin kreatif mengemas acara debat.
"Pilihannya kita kan menginginkan acara yang berkualitas dan menarik, maka kita beri ruang kepada seluruh TV untuk berkompetisi, termasuk TVRI, asalkan tidak ada yang namanya sharing keuntungan," pungkasnya.
(ape/sho)











































