"Apabila terpilih, saya akan memberikan saran kepada presiden supaya kebudayan disatukan lagi dengan Departemen Pendidikan," kata Prabowo dalam debat cawapres di Studio SCTV di Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009).
Menurut Prabowo, pendidikan memiliki posisi strategis. Karena itu Indonesia harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pendidikan.
"Di UU sudah meningkat porsi APBN 20 persen, tapi nyatanya belum 20 persen. Jadi ini harus dioperasionalkan," tegasnya.
Menurutnya pendidikan harus bisa dijangkau oleh rakyat miskin. Sebab pendidikan merupakan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kualitas dan derajat mereka.
Hal ini diamini oleh Boediono. Menurut pasangan SBY ini, negara harus memberikan akses pendidikan bagi semua masyarakat. Namun dia juga menekankan pentingnya perbaikan kualitas pendidikan.
"Akses penting kualitas juga penting. Harus imbang antara akses dan kualitas," tegasnya.
Sementara Wiranto menekankan perlunya kesinambungan kebijakan pendidikan. Pergantian kabinet tidak boleh mengganggu kebijakan jangka panjang pendidikan karena hal itu akan mempersulit kemajuan.
"Masalah kita adalah tidak ada kesinambungan. Tiap kali ganti menteri ganti kebijakan. Ini yang menyebabkan proses pendidikan tidak bertingkat dan berlanjut," ucapnya.
(sho/gah)










































