Edit Pidato dan Pukulan Gong Agar Tak Kampanye

Edit Pidato dan Pukulan Gong Agar Tak Kampanye

- detikNews
Selasa, 23 Jun 2009 16:58 WIB
Edit Pidato dan Pukulan Gong Agar Tak Kampanye
Jakarta - Di masa kampanye segala tindakan kontestan dapat 'diplesetkan' sebagai kampanye. Tidak terkecuali urusan jumlah berapa kali gong harus dipukul sekali pun.

Hal ini terjadi dalam pembukaan Rapimnas Pemuda Panca Marga (PPM), Selasa (23/6/2009), di Ancol, Jakarta. Ketika hendak pukul gong, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta persetujuan dulu berapa kali dia harus memukul gong.

"Lima kali saja ya? Kan Panca Marga. Kalau satu, dua atau tiga nanti
dikira kampanye," ujar SBY.

Spontan tiga ratusan hadirin tertawa dan bertepuk tangan menyahutnya. Gong akhirnya SBY pukul sebanyak lima kali sebagai tanda peresmian pembukaan rapimnas PPM.

Ketum PP PPM Erdin Odang ketika sampaikan sambutannya nampaknya kerepotan juga menghindari kesan kampanye. Bahkan setiap kata 'melanjutkan' yang tertulis dalam teks pidatonya dia bacakan sebagai 'meneruskan'.

"Ini harus di-edit hati-hati Pak, biar tidak dicurigai sebagai kampanye. Bukan kami yang repot sebenarnya nanti, tapi capres," celetuk Erdin di sela pidatonya.

(lh/anw)


Berita Terkait