"Suasana yang dimunculkan kurang digali, moderator seharusnya lebih aktif agar suasana lebih hidup dan tidak membosankan," ujar jubir tim kampanye nasional JK-Wiranto, Indra J Piliang, kepada wartawan di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2009).
Menurut Indra, pertanyaan moderator yang berupa "Apakah anda setuju atau tidak?" tentu saja akan menuai jawaban setuju-setuju saja dari para calon, meskipun sebenarnya mereka lebih banyak bedanya. Tetapi kalau moderator mengatakan "Silakan didebat", dia menilai akan muncul perdebatan dan suasana akan lebih hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra menyebutkan bahwa yang dibutuhkan dalam suatu debat adalah seorang host yang dapat menggali pertanyaan dari narasumber dengan baik. "Bukan sosok yang hanya membaca pertanyaan," imbuhnya.
Menurutnya, moderator juga berhak untuk masuk ke dalam arena perdebatan supaya lebih baik, asalkan jangan sampai memihak.
Sementara masalah waktu, Indra berpendapat moderator tidak perlu mengingatkan batas waktu masing-masing calon setiap kali mengajukan pertanyaan, cukup di waktu awal atau saat off air saja.
"Jangan diingatkan terus menerus, karena yang terjadi adalah calon lebih memperhatikan masalah waktu bukannya substansi, yang terjadi adalah keterburu-buruan dalam menjawab. Kemudian juga apakah boleh moderator memotong ditengah jalan? Boleh saja," tegasnya.
Secara umum, Indra mengatakan rata-rata ketiga tim capres-cawapres menganggap bahwa debat capres perdana kemarin belum maksimal.
"Artinya kita melihat kemarin masih kurang mewakili tim sukses. Lebih enak kalau jubirnya yang didebat. Kalau yang dicari adalah kedalaman, tentang topik TKI misalnya, kenapa tidak Jumhur dan Dita Indah Sari saja yang berdebat," tandasnya.
(nvc/ndr)











































