Bawaslu Akui Melawat 5 Negara

Bawaslu Akui Melawat 5 Negara

- detikNews
Senin, 22 Jun 2009 19:15 WIB
Jakarta - Setelah sempat membantah melawat ke luar negeri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya mengaku berkunjung ke lima negara. Lawatan ini dibalut dalam progtam bimtek (bimbingan teknis). Perlukah?

"Bimtek dilakukan di 5 titik, yaitu Seoul, London, New York, Kairo, dan Kuala Lumpur. Untuk bimtek luar negeri kali ini dari visi materi lebih ditekankan pada do-don't, yaitu apa yang boleh apa yang tidak," ujar anggota Bawaslu, Agustiani Tio, kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2009).

Dikatakan dia, saat pemilu legislatif yang lalu banyak terjadi pelanggaran untuk wilayah luar negeri. Maka dari itu dilakukanlah bimtek bagi Panwaslu luar negeri, supaya PanwasluΒ  lebih tegas dan kuat dalam menindak pelanggaran pemilu yang terjadi di negara-negara di luar Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu pileg kemarin karena kita kurang fokus menangani dan terlalu luasnya teritorial, maka terjadilah pelanggaran di luar negeri. Sekarang lebih ditegaskan apa yang boleh dan yang tidak," jelasnya.

Agustiani menerangkan bahwa saat pileg kemarin muncul indikasi adanya tanda contreng dengan menggunakan bolpoin yang sama di salah satu KBRI. "Di KBRI ada yang pimpinannya berasal dari parpol tertentu, ada indikasi tanda contreng semua sama dan bolpoin yang digunakan juga sama semua," ungkapnya.

Tadinya, kata Agustiani, Panwaslu luar negeri akan dipanggil ke Indonesia. Tetapi setelah dihitung-hitung ternyata pengeluarannya justru lebih banyak. "Sekitar 3 atau 4 kali lipat dari sekarang, makanya kita mencoba kumpulkan di dekat sini," kata Agustiani.

Tetapi saat ditanya berapa total anggaran yang dikeluarkan untuk bimtek tersebut, dia mengaku tidak tahu pasti.

Sementara untuk hasil bimtek, Agustiani mengatakan belum diketahui hasilnya karena evaluasi baru akan dilakukan setelah bimtek selesai dilakukan di semua titik. "Belum, masih ada yang belum pulang. Setelah semua selesai baru evaluasi. Tapi semua bimtek pasti ada evaluasinya," tandas dia.

Pada 3 Juni lalu, detikcom sempat mewawancarai Wakil Ketua Bawaslu Wahidah Sueib tentang isu rencana Bawaslu akan melawat ke luar negeri. Namun, Wahidah membantah isu itu, dengan alasan dana yang tipis. "Kita tetap meningkatkan pengawasan tetapi tidak ada rencana untuk ke luar negeri karena dana kita terbatas," kata Wahidah saat itu.

Namun, ternyata Bawaslu melawat ke luar negeri juga. Sebagian anggota Bawaslu saat ini masih berada di luar negeri.Β 

(nvc/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads