"Kami senang ada warning ini, sebelum tanggal 8 Juli. Kami puna mesin partai, parpol-parpol koalisi serta masih ada relawan dan lain-lain," kata Ketua Bidang Hukum DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, usai Launching Survei IDM di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (22/6/2009).
Untuk itu, lanjut Ruhut, pihaknya selalu berterimakasih dengan adanya lembaga polling yang selalu mengingatkan PD. Tentunya, warning sejumlah lembaga survei ini akan dievaluasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait ada serangan kepada SBY-Boediono yang menggunakan peran intelijen dalam Pilpres 2009,, Ruhut mengatakan, biasanya kecurigaan itu berasal dari orang yang pernah melakukan hal yang serupa pada pilpres 2004. "Percayalah, BIN, Bang Syamsir Siregar sangat independen. Beliau tidak pernah ada kaitan dengan pilprtes ini. Saya mohon kita tidak usah negatif thinking, tapi Positive Thinking saja dalam pilpres ini," tandasnya.
Sebelumnya, lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) melansir, elektabilitas pasangan Mega-Prabowo menempati urutan pertama dengan 44,3 persen. Selanjutnya diikuti pasangan SBY-Boediono dengan angka 30,43 persen dan pasangan JK-Wiranto 13,2 persen.
(zal/ken)











































