"Jangan sampai seperti 2004, dijanjikan macam-macam pada ndlelek kabeh (omong kosong semua)," kata Megawati kepada sepuluh ribu pendukung fanatiknya di Bendung Gerak-Serayu, Banyumas, Jateng, Senin (22/6/2009).
Di bawah sengatan sinar matahari, Mega berpidato tanpa teks dan tanpa topi maupun payung. Hadir mendampingi Mega, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Ketua Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Theo Syafei beserta anggotanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2004 Mungkin karena pemilihan langsung pertama, tapi 2009 rakyat sudah bisa berpikir (matang) untuk menentukan pilihannya," ujar Mega.
Mega bercerita, andai saja Bung Karno masih hidup, tentu proklamator RI itu akan menangis melihat masih banyaknya kemiskinan di negeri yang dimerdekakannya itu.
"Mengapa negeri yang kumerdekakan tidak bisa diisi dengan kemerdekaan, padahal kekayaan alam melimpah ada di negeri ini," kata Mega mengumpamakan perkataan ayahnya.
(lrn/ken)











































